Infokom PPDI Bulukumba - UJUNG LOE. Suasana tegang bercampur harap menyelimuti proses akhir seleksi Calon Perangkat Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Setelah melalui serangkaian ujian yang ketat, Panitia Seleksi akhirnya resmi mengumumkan hasil rekapitulasi nilai akhir, bobot, dan ranking peserta untuk formasi Kaur Umum dan Perencanaan.
Pengumuman hasil seleksi yang berlangsung di Kantor Camat Ujung Loe, Jumat (22/5/2026), menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Manyampa. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin modern dan berbasis digital, kehadiran aparatur desa yang kompeten dinilai menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung pembangunan desa yang efektif dan transparan.
Dari enam peserta yang mengikuti seleksi, nama Wismaul Fajriah berhasil mencuri perhatian setelah meraih nilai tertinggi dengan total nilai 84,50 dan bobot nilai 6,35 persen, sekaligus menempati ranking pertama.
Hasil tersebut tertuang dalam Berita Acara Nomor 14/PANSEL-DM/V/2026 tentang Rekapitulasi Akhir Nilai, Bobot dan Ranking Hasil Ujian Seleksi Calon Perangkat Desa Formasi Kaur Umum dan Perencanaan Desa Manyampa.
Pelaksanaan seleksi perangkat desa kali ini tidak sekadar menjadi agenda administratif rutin. Bagi para peserta, tahapan tersebut menjadi ruang pembuktian kemampuan, integritas, hingga kesiapan mengabdi untuk masyarakat desa.
Panitia Seleksi menjelaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti tiga tahapan utama, yakni ujian tertulis, ujian komputer, dan wawancara. Seluruh proses penilaian dilakukan berdasarkan standar serta tata tertib yang telah ditetapkan sejak awal.
“Rekapitulasi dilakukan berdasarkan hasil ujian seleksi yang meliputi ujian tertulis, ujian komputer, dan wawancara sesuai ketentuan dan tata tertib seleksi yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi,” demikian kutipan dalam berita acara panitia.
Suasana rekapitulasi berlangsung serius namun tetap terbuka. Perwakilan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pihak kecamatan turut hadir menyaksikan jalannya penetapan hasil akhir sebagai bentuk transparansi proses seleksi.
Keterlibatan berbagai unsur ini dinilai penting untuk menjaga objektivitas dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen aparatur desa.
Ketua Panitia Seleksi, Basran, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif, dan terbuka tanpa intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, panitia berkomitmen menjaga integritas proses sejak tahapan pendaftaran hingga penetapan hasil akhir.
“Kami ingin memastikan bahwa proses seleksi ini berjalan transparan dan menghasilkan perangkat desa yang benar-benar memiliki kemampuan serta kesiapan bekerja untuk masyarakat,” ujar Basran.
Ia menyebut, penilaian dilakukan berdasarkan hasil murni dari kemampuan peserta dalam menghadapi ujian tertulis, penguasaan komputer, serta kemampuan komunikasi saat wawancara.
“Yang kami cari bukan hanya nilai tinggi, tetapi juga kesiapan mental, integritas, dan kemampuan pelayanan publik,” tambahnya.
Persaingan antar peserta berlangsung cukup kompetitif, terutama pada posisi kedua dan ketiga yang hanya terpaut tipis. Hasil Rekapitulasi Nilai Seleksi Perangkat Desa Manyampa:
-
Wismaul Fajriah – 84,50
-
Lisda Mawar Sakti – 72,50
-
Fenni Ahriani – 71,50
-
Ainun Ratna Dilla – 64,50
-
Nuni Suna Khaerunnisa – 59,50
-
Diana – 42,00
Melihat hasil tersebut, masyarakat menilai seleksi berlangsung fair dan berbasis kompetensi. Selisih nilai yang tidak terlalu jauh menunjukkan bahwa seluruh peserta datang dengan persiapan serius dan kemampuan yang cukup baik.
Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, mengatakan bahwa kebutuhan desa saat ini bukan hanya aparatur yang mampu menjalankan administrasi, tetapi juga sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, posisi Kaur Umum dan Perencanaan memiliki peran vital dalam mendukung jalannya roda pemerintahan desa.
“Perangkat desa hari ini harus mampu bekerja cepat, memahami administrasi pemerintahan, dan siap menghadapi sistem pelayanan berbasis digital,” kata Abbas Madda.
Ia berharap peserta yang nantinya resmi ditetapkan dapat bekerja secara profesional, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan Desa Manyampa.
“Harapan kami tentu perangkat desa yang terpilih mampu menjadi pelayan masyarakat yang amanah, disiplin, dan memiliki semangat membangun desa,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ujung Loe, A. Ridwan. M, S.Sos, memberikan apresiasi terhadap proses seleksi yang dinilai berjalan tertib, terbuka, dan akuntabel.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur dalam proses seleksi menjadi bagian penting untuk menjaga legitimasi hasil akhir di mata masyarakat.
“Seleksi perangkat desa harus menjadi contoh tata kelola pemerintahan yang baik. Transparansi adalah kunci agar masyarakat percaya terhadap proses yang dijalankan,” ungkap A. Ridwan.
Menurutnya, desa saat ini membutuhkan aparatur yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan pelayanan publik modern.
“Perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat. Karena itu kualitas SDM desa harus terus ditingkatkan,” tambahnya.
Posisi Kaur Umum dan Perencanaan bukan jabatan biasa dalam struktur pemerintahan desa. Jabatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung administrasi pemerintahan, pengelolaan arsip, pelayanan surat-menyurat, penyusunan dokumen perencanaan, hingga membantu pelaksanaan program pembangunan desa.
Karena itu, kualitas sumber daya manusia yang mengisi posisi tersebut menjadi salah satu faktor penentu efektivitas pelayanan publik di tingkat desa.
Di era digitalisasi pemerintahan saat ini, perangkat desa dituntut tidak hanya memahami administrasi manual, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi informasi, menyusun dokumen berbasis data, dan beradaptasi dengan sistem pelayanan modern.
Masyarakat berharap perangkat desa terpilih nantinya dapat menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Panitia Seleksi menyatakan bahwa hasil rekapitulasi selanjutnya akan disampaikan kepada Kepala Desa Manyampa untuk diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat kini menantikan tahapan berikutnya hingga penetapan resmi perangkat desa terpilih.
Lebih dari sekadar pengumuman hasil seleksi, momentum ini menjadi simbol harapan baru bagi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan Desa Manyampa yang lebih profesional, modern, dan akuntabel.